Aksi sex

Semua kalimatnya sengaja dirancang untuk mendapatkan keuntungan dari dua wanita cantik ini. ” tanya dukun yang sedang horny ini pada puterinya. Dan sebuah dipan kayu, serta meja kecil di dekatnya. Mbah Marjono menyuruh Nyonya Rusmi masuk mendekati gentong.

“Kamu dan puterimu harus total mengikuti ritual yang akan saya siapkan. “Sanggup, Mbah.” Sahut Nina demi sang mama tercintanya. Dan memberi perintah agar Nina melihat dari depan pintu ruangan. Tangannya mengambil gayung di gentong dan mengguyur pada tubuh Nyonya Rusmi.

Sengaja dia minta antar puterinya, karena kesibukan suaminya sebagai pengusaha yang mengharuskan melakukan perjalanan bisnis ke Eropa.

Jilbab kuning yang membungkus kepalanya menambah kanggunan wanita berparas cantik ini.

Mata sang dukun yang tadinya lelah sontak kembali berbinar. Mulus, berdada montok, dan ah….ternyata tidak cuma mata sang dukun yang berbinar, penis Mbah Marjono pun ikut memberikan sinyal soal santapan malam yang indah dari dua wanita cantik ini. Nyonya Rusmi memang salah satu caleg dari parpol pada pemilu tahun ini. Apa saja akan saya lakukan untuk itu Mbah.” ujar Nyonya Rusmi tidak sabar.

Belum sempat dua pasiennya menyembunyikan kekagetan dengan kemampuan Sang Dukun menebak nama-nama mereka. Dan di saat peraturan bukan lagi pada nomor urut, melainkan suara terbanyak, membuat sang nyonya menjadi ketar-ketir. “Aura kharisma Nyonya tertutupi oleh tabir gelap sehingga tidak keluar.

Mbah Marjono kembali berujar, “Nyonya Rusmi tidak usah kuatir. “Hahahaha…iblis, setan dan jin mengetahui semua maksud di hati.” ujar Mbah Marjono bangga. Harus ada banyak pengorbanan, dan sesembahan agar itu semua keluar.

Tapi itu ada ritualnya, bisa diakali, Nyonya tidak perlu kuatir.” Kali ini Mbah Marjono mulai ngawur. Air suci dari negeri jin Timur Tengah.” Mbah Marjono menyodorkan kendi yang memang disiapkan khusus, dengan rerempahan yang mengandung unsur perangsang yang sangat kuat. Di sebelah ruang praktik utama terdapat gentong besar berisi bunga-bunga aneka macam.

Pasien berikutnya adalah Nyonya Rusmi dan diantar oleh puterinya Nina.

Dari ujung kepalan Nyonya Rusmi yang masih terbalut jilbab kuning, dahi, hidung, bibir, leher, dan merambat ke dua gundukan di dada Nyonya Rusmi. Melihat mangsanya dalam kendali, Mbah Marjono semakin berani.

Sempat Nyonya Rusmi terkaget dengan sentuhan tangan kasar sang dukun, tapi buru-buru dia konsentrasi lagi dengan rapalannya. Jangan sampai gagal, karena akan percuma ritual kita…Sekarang lepas baju Nyonya biar reramuan kembang ini meresap dalam kulit Nyonya.” Perintah Mbah Marjono yang langsung dituruti oleh Nyonya yang sudah ngebet jadi anggota dewan ini. Badannya dirapatkan, agar penisnya menempel di belahan pantat Sang Nyonya yang montok.

Mulailah Mbah Marjono komat-kamit sambil melempar kemenyan pada pembakarannya. “Kita mulai dengan pembersihan seluruh tabir itu, Nyonya. Air kembang pun dalam sekejap membasahi jilbab dan gamis hitam Nyonya Rusmi.

Rapal terus mantra ini dalam hati sambil aku mengguyur badan Nyonya…. Semakin memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh Nyonya ini yang masih ramping dan terjaga. Tangannya yang satu bergerak menggosok tubuh yang sudah basah itu.

Search for Aksi sex:

Aksi sex-89Aksi sex-37Aksi sex-50

Perhitungannya, tak lama lagi, Sang Nyonya akan tidak mampu berdiri karena melayang di antara alam sadar dan bawah sadarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “Aksi sex”